3 Khutbah Unik Dalam Sejarah Sastra Arab

3 khutbah unik

Sejak zaman jahiliyah, bangsa Arab dikenal dengan keahlian mereka dalam berbahasa dan beretorika. Banyak orator dan pujangga yang namanya diabadikan dalam lembaran sejarah. Kutipan orasi dan syairnya masih dibaca, bahkan dipelajari hingga sekarang.


Berikut ini nama-nama orator hebat yang kisah sepak terjangnya sampai kepada kita, di antaranya adalah Qis bin Sa’idah Al-Iyadi, yang pertama kali berkata “amma ba’du” saat khutbah, dan ia pula orator pertama yang berpidato sambil memegang tongkat.

Yang kedua adalah Hani’ bin Qabishah Asy-Syaibani, orasinya pada perang Dzi Qaar mampu membakar semangat kaumnya hingga mampu mengalahkan Persia, dan itu adalah kemenangan pertama bangsa Arab atas Imperium Persia.

Dan masih banyak nama-nama yang lain, seperti Duwaid bin Zaid, Zuhair bin Hubal, Sahban bin Zufar bin Iyas, Murtsid Al-Khair, Utharid bin Zurarah, Al-Harist bin Ka’ab Al-Mudzhiji, Ka’ab bin Luay, Abdul Muthallib, Amru bin Suhail Al-A’lam, Ash-Shabaah bin Shaifi dan lain-lain.

Adapun nama-nama penyair yang naskah syair-syair mereka diriwayatkan turun temurun, tak terhitung jumlahnya, tapi yang terkenal adalah ashaabul-mu’allaqaat al-‘asyr ( أَصْحَابُ المُعَلَّقَاتِ العَشْرِ ), seperti Imru-ul Qais Al-Kindi, Antarah bin Syaddad Al-Absi, Zuhair bin Abi Sulma Al-Muzani, dan lain-lainnya.

Melanjutkan kembali ke inti postingan ini, yaitu 3 khutbah unik dalam sejarah sastra bangsa Arab. Di setiap zaman, selalu ada satu dua orang yang Allah berikan karunia berupa kecerdasan dan keahlian yang jarang dimiliki oleh lazimnya orang lain.

Keahlian tersebut lebih saya spesifikasikan, yaitu kemampuan berorasi yang unik dan di luar kelaziman. Sejarah telah mencatat dua nama, yaitu Ali bin Abi Thalib –radhiallahu ‘anhu– dan Washil bin Atha –rahimahullahu-. Kemampuan unik seperti apa gerangan?

1- Khutbah tanpa huruf Alif ( ا ).

huruf alif
Sumber : Deviantart.com
Apa yang unik dengan khutbah tanpa huruf Alif? Sebelum dijawab, akan lebih baik Anda simak sababul wurud dari orasi tersebut.

Suatu saat, para sahabat sedang duduk-duduk di majlis dan saling berdiskusi. Seseorang dari mereka melontarkan sebuah pertanyaan, “Huruf apa yang paling ditemukan masuk dalam kata-kata?“. Setelah masing-masing mengemukakan pendapatnya, mereka sepakat bahwa huruf itu adalah Alif ( ا ).

Itu berarti hampir semua kata-kata bahasa Arab dimasuki oleh huruf Alif. Dan jumlah huruf yang bebas dari belenggu huruf Alif sangat sedikit. Jadi, hampir mustahil orang bisa berbicara tanpa menggunakan kata yang bebas dari huruf Alif.

Tak lama setelah diskusi tersebut, Ali bin Abi Thalib –radhiallahu anhu– bangkit, lalu ia berorasi. Dan uniknya, orasi tersebut disampaikan tanpa menggunakan kata-kata yang ada huruf Alif di dalamnya. Itu semua dilakukan secara spontanitas atau tanpa persiapan sebelumnya.

Bukan sekedar unik, tapi amazing! Pada saat kondisi obrolan biasa, sangat sulit bagi orang untuk berbicara sambil memilah-milah kata yang tidak ada huruf Alif padanya. Apalagi posisi sahabat Ali di atas adalah sebagai orator di depan khalayak ramai, tentu kesulitannya lebih tinggi.

Bagaimana, unik bukan?! Untuk melihat isi khutbahnya, Anda bisa membuka link di samping. (Klik DI SINI)

2- Khutbah tanpa huruf bertitik.

Tokoh kali ini masih sama, yaitu Ali bin Abi Thalib –radhiallahu anhu-. Beliau adalah salah satu sahabat yang dijamin masuk surga oleh Nabi. Selain keluasan ilmu dan hikmah yang dimilikinya, ia juga dikenal sebagai sosok yang pemberani. Bukti nyatanya adalah saat Nabi hendak hijrah, ia rela mempertaruhkan nyawa menempati posisi tidur Nabi.

Sudah disampaikan sebelumnya kehebatan beliau di saat berorasi tanpa huruf Alif. Dan bukti lain akan kehebatannya dalam beretorika adalah khutbah tanpa huruf bertitik.

Anda dan saya tahu, bahwa jumlah huruf hijaiyyah ada 28 huruf, dan 15 darinya adalah huruf bertitik sebagai pembeda antar huruf-huruf lainnya. Dan sisanya ada 13 huruf yang tidak memiliki titik. Sebagai penjelas, silahkan lihat gambar di bawah.

huruf hija'iyyah
Sumber : Youtube
Sudah terbayang, betapa sulitnya merangkai kata-kata hanya dengan 13 huruf saja. Hal ini memberikan kepada kita 2 faedah. Pertama, bahwa bahasa Arab sangat kaya akan kosakata dan padanannya. Hanya dengan 13 huruf, seseorang masih bisa mengungkapkan isi hatinya kepada orang lain.

Kedua, kehebatan orang yang melakukannya. Kalau bukan karena izin Allah, dan kemudian keluasan ilmu dan kejeniusannya, niscaya dia tidak akan mampu. Dan untuk melihat isi pidatonya, silahkan klik DI SINI.

3- Khutbah tanpa huruf Ra ( ر ).

Membaca sub judul di atas, tentu Anda mengira bahwa yang melakukannya adalah orang kurang kerjaan. Namun, jika Anda mengetahui sebab lahirnya khutbah tersebut, akan hilang rasa heran Anda dan berubah menjadi kagum dan takjub.

Saya yakin Anda tahu apa itu cadel, iya bukan? Hemm, dari sini sepertinya Anda sudah mulai bisa menebak arah pembicaraan saya. Ouh, sepertinya khutbah tersebut disampaikan oleh khatib (orator) yang cadel ( أَلْثَغُ ), alias tidak mampu melafalkan huruf Ra secara benar.

Lalu, siapa gerangan orator hebat yang cadel tersebut?

Namanya adalah Washil bin Atha’, pendiri pemahaman Mu’tazilah. Sebuah aliran yang lebih mengedepankan akal dibanding nash-nash syar’i. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas dan jenuis, tapi sayang kecerdasannya belum mampu menuntunnya ke jalan yang lurus, bahkan menggelincirkannya.

huruf ra
Sumber : Ink361.com

Namun, dengan segala kehebatan yang dimiliki, ia tetaplah manusia yang mempunyai sejuta kekurangan, salah satunya adalah cadel, yaitu ia tidak mampu melafalkan huruf Ra dengan sempurna, layaknya kebanyakan manusia.


Statusnya sebagai seorang pemimpin dan guru dari pemahaman yang ia cetuskan, mengharuskannya untuk sering tampil berbicara dan berorasi di hadapan publik. Tentunya kekurangan tersebut sangat mengganggu penampilannya di atas mimbar.

Namun, atas izin Allah -‘azza wa jalla- , dan kemudian kejeniusannya, ia mampu mengatasinya dengan baik. Ia bisa membuang jauh kata-kata yang mengandung huruf Ra, dan menggantinya dengan kata-kata yang secara makna masih sama.

Bagaimana menurut Anda, unik bukan?! Ia mampu membungkus rapi dan menyembunyikan aib/kekurangan yang bisa mengundang cemooh manusia. Untuk mengetahui isi lengkap khutbahnya, Anda bisa membukanya di link berikut. (Klik DI SINI)

***

Sekian, semoga 3 khutbah unik di atas bisa menambah wawasan dan rasa cinta Anda terhadap bahasa Arab, serta memotivasi Anda untuk menjadi orator hebat. Jika ada kesalahan penulisan atau pertanyaan, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.

Terima kasih atas kunjungannya, jika Anda menyukai artikel ini, silahkan di-share. Wassalam

(Sumber gambar utama : Republika)

Tag :

Tags: