Cintailah Bahasa Arab!

Berkata Ibnu Manzhur (711H) dalam kitab beliau yang terkenal lisaanul-‘arab di dalam muqaddimahnya sebagai berikut :

فإن الله سبحانه قد كرَّم الإنسان وفضله بالنطق على سائر الحيوان ، وشرَّف هذا اللسان العربيَّ بالبيان على كل لسان ، وكفاه شرفا أنه به نزل القرآن ، وأنه لغة أهل الجنان . روي عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “أحبوا العرب لثلاث : لأني عربي ، والقرآن عربي ، وكلام أهل الجنة عربي”.

“Sesungguhnya Allah -subhanahu- telah memuliakan manusia, memberikan kelebihan dari seluruh hewan dengan berbicara, dan memuliakan bahasa Arab sebagai bahasa paling indah; dan cukuplah sebagai keutamaan bahasa Arab kerena dengan bahasa tersebut Al-Quran itu turun, serta sebagai bahasa penduduk Surga. Telah diriwiyatkan dari sahabat Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhuma-, bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda : “Cintailah bangsa Arab karena 3 hal, karena aku berasal dari bangsa Arab, Al-Quran berbahasa Arab, dan obrolan penduduk Surga dengan bahasa Arab”.

Namun redaksi hadits di atas telah dihukumi oleh Syaikh Al-Albany dalam kitab beliau Silsilah Al-Ahaadiits Adh-Dha’iifah 1/923 sebagai hadits yang maudhu’ (hadits palsu). Akan tetapi mencintai bangsa Arab dan meyakini keutamaan mereka merupakan bagian dari iman, dan ada beberapa hadits yang sampai dalam masalah ini, dan bahkan Imam Hafizh Al-‘Iraqi telah mengumpulkan hadits-hadits dalam masalah ini, oleh karena itu sebagian para ulama menghasankan hadits di atas, walaupun pada dasarnya sanad hadits di atas tidak mungkin bisa menjadi kuat sama sekali.

Berkata Imam Al-Kirmani :”Bangsa Arab adalah bangsa paling mulia, dan suku Quraisy adalah suku paling utama dari bangsa Arab; dan ini adalah madzhab (keyakinan) para Imam, Ahli Hadits dan Sunnah”.

Menutup mata akan kesahihan hadits tersebut atau tidak, cukuplah bagi kita  diturunkannya Al-Quran yang merupakan kalam Rabb Sang Khaliq dengan bahasa Arab sebagai motivasi bagi kita untuk mencintai bahasa  Arab, karena Al-Quran adalah komunikasi tidak langsung antara Khaliq dengan makhluk, maka sungguh malu sebagai hamba jika tidak memahami kalam dan firman dari Sang Rabb yang di tangan-Nya jiwa kita berada.

Berkata Syaikh Hafizh Al-Hakami dalam Al-Manzhuumah Al-Miimiyyah:
( هُوَ الكِتَابُ الَّذِي مَنْ قَامَ يَقْرَأُهُ *** كَأَنَّمَا خَاطَبَ الرَّحْمٰنَ بِالكَلِمِ )
“Itulah Al-Kitab, jika seseorang membacanya *** seakan-akan dia sedang berkomunikasi dengan Sang Rahman”
Apakah Anda termasuk pecinta bahasa Arab?!

Leave a Reply