Menu Close

Mahfuzhat Tentang Menjaga Lisan

Mahfuzhat tentang menjaga lisanMahfuzhat atau nushush adalah kumpulan al-hikam (kata bijak bahasa Arab). Mahfuzhat secara bahasa, bermakna “yang dihafal“. Kenapa harus dihafal? Alasannya bisa Anda lihat di postingan saya yang berjudul Mahfuzhat dan Kata Bijak Bahasa Arab.



Dan sesuai dengan judul yang Anda baca, tema mahfuzhat kali ini adalah tentang menjaga lisan, keutamaan diam dan berfikir sebelum berbicara. Langsung saja, berikut ini nushush mahfuzhat-nya:

# ( أَحْمَدُ البَلَاغَةِ الصَّمْتُ حِيْنَ لَا يَحْسُنُ الكَلَامُ )
“Retorika yang paling terpuji adalah diam, ketika kata-kata tak lagi memberikan kebaikan”.


# ( إِذَا تَكَلَّمْتَ بِالكَلِمَةِ مَلَكَتْكَ ، وَإِذَا لَمْ تَتَكَلَّمْ بِهَا مَلَكْتَهَا ).
“Jika kau mengucapkan satu kata, ia menguasaimu; dan jika kamu belum berkata, kuasa ada padamu”.


# ( أَنْتَ عَلَى رَدِّ مَا لَمْ تَقُلْ أَقْدَرُ مِنْكَ عَلَى رَدِّ مَا قُلْتَ ).
“Kamu lebih mampu membalas apa yang belum dikatakan, daripada membalas yang sudah dikatakan”.


# ( السُّكُوْتُ عَلَامَةُ الرِّضَا ).
“Diam tanda setuju”.


# ( إِيَّاكَ وَأَنْ يَضْرِبَ لِسَانُكَ عُنُقَكَ ).
“Hati-hatilah, jangan sampai lidahmu yang menebas lehermu sendiri”.


# ( تَكَلَّمْ فَقَدْ كَلَّمَ اللّٰهُ مُوْسَى ).
“Berbicaralah, karena Allah telah berbicara dengan Musa”.


# ( خَيْرُ الكَلَامِ مَا قَلَّ وَدَلَّ ).
” Sebaik-baik perkataan adalah yang sedikit dan mengena”.


# ( خَيْرُ الخِلَالِ حِفْظُ اللِّسَانِ )
“Sebaik-baik perangai adalah menjaga lisan”.


# ( رُبَّ سُكُوْتٍ أَبْلَغُ مِنْ كَلَامٍ ).
“Bisa jadi diam itu lebih jelas dari kata-kata”.


# ( رُبَّ قَوْلٍ أَشَدُّ مِنْ صَوْلٍ ).
“Bisa jadi ucapan itu lebih menyakitkan daripada pukulan”.


#  ( رُبَّ كَلَامٍ يُثِيْرُ الحُرُوْبَ ).
“Bisa jadi sebuah ucapan itulah yang mengobarkan peperangan”.


#  ( رُبَّ كَلِمَةٍ قَالَتْ لِصَاحِبِهَا دَعْنِي ).
“Berapa banyak kata yang berkata kepada penuturnya, tinggalkan aku!”.


#  ( سِرُّكَ أَسِيْرُكَ ).
“Rahasiamu adalah tawananmu”.


#  ( سَلَامَةُ الإِنْسَانِ فِي حِفْظِ اللِّسَانِ ).
“Keselamatan orang terletak pada penjagaan lisannya“.


#  ( صَدْرُكَ أَوْسَعُ لِسِرِّكَ ).
“Dadamu sendiri cukup luas untuk menyimpan rahasia”.


#  ( صُدُوْرُ الأَحْرَارِ قُبُوْرُ الأَسْرَارِ ).
“Dada-dada orang merdeka adalah kuburan untuk segala rahasia”.


#  ( عَثْرَةُ القَدَمِ أَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةُ اللِّسَانِ ).
“Tergelincirnya kaki lebih selamat dari tergelincinrnya lisan”.


#  ( كَأَنَّ عَلَى رُؤُوسِهِمُ الطَّيْرُ ).
“(Mereka tenang) seakan-akan ada burung di atas kepala mereka”.


#  ( كُلُّ سِرٍّ جَاوَزَ الاِثْنَيْنِ شَاعَ ).
“Setiap rahasia yang diketahui lebih dari 2 orang akan tersebar”.


#  ( لَا تُطْلِقَنَّ القَوْلَ فِي غَيْرِ بَصَرٍ إِنَّ اللِّسَانَ غَيْرُ مَأْمُوْنِ الضَّرَرِ ).
“Jangan pernah engkau lontarkan ucapan tanpa berpikir dahulu, sesungguhnya lisan tak pernah aman dari bahaya”.


#  ( لَا تَهْرِفْ بِمَا لَا تَعْرِفُ ).
“Jangan asal bicara yang tidak kamu ketahui”.


#  ( لِسَانُ الفَتَى عَنْ عَقْلِهِ تُرْجُمَانُهُ مَتَى زَلَّ عَقْلُ المَرْءِ زَلَّ لِسَانُهُ ).
“Lisan anak muda adalah penutur dari akalnya, kapan akalnya tergelincir, maka  lisannya akan turut tergelincir”.


#  ( لِسَانُكَ حَصَانُكَ ، إِنْ صُنْتَهُ صَانَكَ ، وَإِنْ هُنْتَهُ هَانَكَ ).
“Lidahmu adalah perisaimu, jika kau jaga, ia akan menjagamu, dan jika kau hinakan, ia akan menghinakanmu”.


#  ( السَّاكِتُ عَلَى البَاطِلِ شَيْطَانٌ أَخْرَسُ ).
“Diam terhadap kebatilan itu laksana setan bisu”.


#  ( مَقْتَلُ الرَّجُلِ بَيْنَ فَكَّيْهِ ).
“Kebinasaan orang terletak diantara dua mulutnya”.


#  ( مَلَكْتُ نَفْسِي يَوْمَ مَلَكْتُ مَنْطِقِي ).
“Aku mampu menguasai diriku ketika aku mampu menguasai ucapanku”.


#  ( مَنْ كَتَمَ سِرَّهُ كَانَ الخِيَارُ بِيَدِهِ ).
“Siapa yang menyembunyikan rahasianya, kendali ada di tangannya”.


#  ( وَاحْفَظْ لِسَانَكَ لَا تَقُوْلُ فَتُبْتَلَى إِنَّ البَلَاءَ مُوَكَّلٌ بِالمَنْطِقِ ).
“Jagalah lisanmu jangan sampai berkata yang menjadikanmu celaka, sesungguhnya bala itu dititipkan pada ucapan“.


#  ( وَبَعْضُ القَوْلِ يَذْهَبُ فِي الرِّيَاحِ ).
“Dan beberapa omongan itu terbang bersama dengan angin”.


#  ( وَجُرْحُ اللِّسَانِ كَجُرْحِ اليَدِ ).
“Dan luka yang disebabkan ucapan sama dengan luka yang disebabkan tangan”.


#  ( وَفِي الصَّمْتِ سِتْرٌ لِلْغَيِّ وَإِنَّمَا صَحِيْفَةُ لُبِّ المَرْءِ أَنْ يَتَكَلَّمَا ).
“Dan diam itu adalah tirai kedunguan, dan terlihatnya kecerdasan seseorang adalah ketika ia berbicara”.


#  ( وَلَفْظَةٌ زَائِغَةٌ سَبِيْلُهَا قَدْ سَلَبَتْ نِعْمَةَ مَنْ يَقُوْلُهَا ).
“Dan ucapan yang melenceng bisa menyebabkan nikmat orang yang mengatakannya dicabut”.


# ( مَنْ لَمْ يَكُنْ لِسِرِّهِ كَتُوْمًا ، فَلَا يَلُمَّ فِي كَشْفِهِ نَدِيْمًا ).
“Siapa yang tidak bisa menyimpan rahasianya sendiri, maka jangan salahkan orang lain jika terbongkar”.



Demikian contoh-contoh mahfuzhat dengan tema menjaga lisan. Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat. Jika ada salah, silahkan tegur saya melalui kolom komentar di bawah ini.

Kalau Anda ingin mendapatkan kumpulan mahfuzhat yang lebih banyak, buku Kamus Peribahasa Arab Mahfuzhat ini bisa dimasukkan dalam daftar belanja buku bulanan Anda.

Syukran ‘alaa haadzihi azziyaarah (terima kasih atas kunjungannya), silahkan dishare kepada orang-orang Anda sayangi, wa jazaakumullahu khairan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *