Metode Belajar Bahasa Arab


Metode Belajar Bahasa Arab – Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah ta’ala, shalawat dan salam kami haturkan kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad, kepada keluarga, sahabat dan pengikutnya yang senantiasa berkhidmat kepada tuntunan dan ajarannya hingga akhir zaman, amma ba’du

Pada kesempatan kali ini, ana ingin membahas metode/trik mempelajari bahasa Arab, supaya usaha Antum lebih tepat sasaran. Dan apa yang ana tulis di sini, sebagiannya merupakan pengalaman ana sendiri selama belajar dan menggeluti bahasa Arab, atau yang pernah ana dengar dari asatidz, dan atau yang pernah ana baca dari literatur yang sampai ke tangan ana.

Tips-tips belajar bahasa Arab yang ana maksud adalah sebagai berikut :

Ikhlas

Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu adalah utama dan penting, karena niat adalah asas dan pondasi segala amalan. Mempelajari bahasa Arab adalah sebuah kewajiban dan ibadah. Jika amalan tersebut tidak dibarengi dengan ikhlas kepada Allah, maka akan sia-sia.

Azam dan Tekad Kuat

Seseorang ketika ia hendak mempelajari dan mendalami suatu disiplin ilmu apapun, ia membutuhkan azam yang besar dan kesungguhan. Sesuatu yang besar, memerlukan pengorbanan besar pula. Tekad besar akan mendorong seseorang untuk terus maju, sebesar apapun aral atau rintangan menghadang. Tanpa modal azam dan tekad yang kuat, nyali seseorang serta merta akan menciut dan surut. Dan akhirnya perjalanannya akan melambat, atau bahkan tidak berjalan sama sekali.

Ketika seseorang mengikhlaskan diri dan bersungguh-sungguh, niscaya Allah -ta’ala-akan memudahkan urusannya dan membuka pintu kebaikan baginya dimanapun ia berada.

Allah – subhanahu wa ta’ala – berfirman yang artinya :

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Ankabut : 69)
Dan dikatakan dalam pepatah Arab :
مَنْ جَدَّ وَجَدَ
“Barangsiapa bersungguh-sungguh, pasti ia akan mendapatkan”.

Cinta bahasa Arab

Seperti kata pepatah “Cinta Itu Buta”. Dari cinta akan timbul pelbagai keajaiban. Orang yang sedang jatuh cinta akan melakukan segala hal untuk mendapatkan cinta dari orang yang dicintainya. Dia rela berkorban harta dan bertaruh nyawa guna mencapai apa yang ia cinta dan cita-citakan. Lalu bagaimana jika seseorang jatuh cinta dengan bahasa Arab?!

Kita bisa melihat bukti hal tersebut terjadi pada seseorang imam besar Ahli Bahasa, yaitu Imam Sibawaih. Nama beliau selalu disebut-sebut ketika seseorang mempelajari ilmu bahasa Arab.

Mempelajari bahasa Arab per kalimat, bukan per kata. Sekali lagi per KALIMAT dan bukan per KATA. Maka tidak dianjurkan menghafal mufradat (kosa kata) single tidak dalam bentuk jumlah (kalimat). 

Karena ketika seseorang menghafal kata per kata, ia akan menemui kesulitan untuk meletakkan kata tersebut dalam susunan kalimat sesuai dengan kaidah bahasa Arab.

Dan hasilnya adalah seseorang akan berbicara bahasa Arab, namun dengan susunan Indonesia. Jika yang mendengar adalah orang Indonesia, maka ia akan dengan mudah memahaminya, karena susunannya adalah susunan Indonesia, tapi jika yang mendengar adalah orang Arab asli, maka di sini akan timbul masalah dan yang terjadi adalah misskomunikasi di antara keduanya.

Memperbanyak Membaca Al-Quran

Semua tahu kalau Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Dan Al-Quran diturunkan sebagai hidayah dan manual kehidupan, baik untuk kebahagiaan dunia, terlebih akhirat. Jika seseorang menginginkan hidupnya penuh kebahagiaan dan berkah, maka hendaknya ia selalu menjadikan Al-Quran sebagai teman sehari-harinya, membacanya, mentadabburinya, merenungkan makna dan kandungannya.

Jadi, selain seseorang mendapatkan pahala dan kebaikan dari membacanya Al-Quran, seseorang juga akan mendapatkan faedah-faedah dari sisi bahasanya, lebih-lebih jika seseorang menghafalnya. Dengannya akan bertambah kazanah lughawi (perbendaharaan kosa kata) yang ia miliki. Dan secara otomatis tingkatan kemampuan bahasanya akan menaik.

Dan pada kondisi di atas berlaku pula hadits-hadits Nabi Muhammad – shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Karena notabene hadits-hadits Nabi berbahasa Arab pula.

Memperbanyak mengahafal mahfuzhat (kata-kata mutiara) dalam bahasa Arab.

Memperbanyak mendengar file-file MP3 berbahasa Arab.

Baik itu berupa ceramah, berita, dll. Begitu juga video-video berbahasa Arab, baik ceramah, film, diskusi, berita, dll. Dan ini semua dengan mudah kita bisa mendapatkannya di era globalisasi ini, dan dimana fasilitas internet bisa diakses oleh semua golongan masyarakat.

Untuk mendapatkan file-file suara/video bahasa Arab, anda bisa mengunjungi situs Islamway. Secara pribadi, admin sendiri seringkali merujuk ke situs tersebut. Bahkan situs Islamway sudah bisa diakses dalam bahasa Indonesia, dan ini linknya : Islamway Versi Indonesia.

Bimbingan Guru

Dan yang lebih penting dalam mempelajari bahasa Arab adalah tidak bisa otodidak, dan seseorang yang ingin menguasai bahasa Arab harus dituntun dan dibimbing oleh seorang guru atau ustadz.  karena ustadz/guru akan menjelaskan hal-hal sulit yang terkandung dalam kitab tersebut, dan hal ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang sedikit ilmu tentangnya.

Fungsi lain dari guru itu, ia dapat memberikan penjelasan dan pendekatan yang mudah dan gamblang. Dia ia bisa menjadi tempat bagi kita untuk bertanya jika ada kesulitan dalam memahami buku tersebut. Adapun belajar melalui buku-buku hanya sebagai wasilah dan sarana penunjang, agar lebih cepat menguasai dan memperkaya kosa kata bahasa Arab.

Dan akan lebih baik, jika guru tersebut adalah orang asli Arab yang bisa dan faham ilmu bahasa Arab atau dalam istilah kerennya adalah native speaker. Karena tidak semua orang Arab mengetahui ilmu-ilmu akan bahasa mereka.
Ada sebuah ungkapan Arab yang mengatakan :

مَنْ كَانَ شَيْخَهُ كِتَابُهُ ، فَخَطَؤُهُ أَكْثَرَ مِنْ صَوَابِهِ

“Barangsiapa gurunya adalah buku, maka kesalahannya lebih banyak daripada benarnya”.

Sabar Dan Istiqamah

Seseorang ketika mempelajari bahasa Arab, tidak hanya bermodalkan ikhlas dan semangat saja. Namun perlu juga kesabaran dan keistiqamahan di dalamnya. Ada sebuah ungkapan Arab yang mengatakan :


مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
“Siapa yang bersabar, ia akan menang”.

Bagaimana seseorang bisa menjadi pemenang, jika ia tidak bersabar. Maka diperlukan kesabaran yang besar, bersabar dalam belajar, berlatih, mengulang dan menghafal. Kalaulah bukan karena perjuangan dan kesabaran, niscaya semua orang akan jadi ahli bahasa Arab.

Demikian itulah tips-tips belajar bahasa Arab, semoga kita semua dimudahkan oleh Allah untuk memahami bahasa Arab, yang dengannya kita bisa memahami agama Islam dengan baik.

Sekian yang bisa ana tuliskan, semoga yang sedikit ini bisa diambil manfaatnya. Jika ada yang mengganjal, silahkan tulis pertanyaan Antum pada kolom komentar di bawah ini.

Sekian, Wassalaamm……

2 thoughts on “Metode Belajar Bahasa Arab

  1. emha nafi Reply

    assalamu'alaikaukum ya ustad. Ana ingin mengoreksi terjemahan hadis
    مَنْ كَانَ شَيْخَهُ كِتَابُهُ ، فَخَطَؤُهُ أَكْثَرَ مِنْ صَوَابِهِ
    Artinya Barangsiapa gurunya adalah buku, maka kesalahannya lebih banyak daripada benarnya".
    tertulis "kesalahannya lebih banyak" diganti jadi "kesalahannya lebih banyak"
    demikian …semoga manfaat.
    wassalamu'alaikum wr . wb

  2. Abu Jihan Reply

    Wa'alaikumussalam, terima kasih atas koreksinya,,tapi sepertinya koreksiannya masih sama ya dengan yang tertulis, jadi apa yang harus saya koreksi? syukran

Leave a Reply