Pentingnya beriman sepenuh hati

Selamat malam sobat blogger, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang beriman dengan sepenuh hati kepada Allah SWT. Bagimana sih cara agar kita itu benar – benar iman kepada allah dengan sepenuh hati? Ini hal yang harus kita bahas sobat blogger.
Agar materi yang akan kita bahas lebih afdhol, ada baiknya kita simak dua firman Allah berikut :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا 
“Wahai orang orang yang beriman, tetaplah beriman kepada allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang allah turunkan sebelumnya. Barang siapa kafir kepada allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya ia telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa {4}: 136).

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jika sekiranya penduduk negri – negri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka medustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan pebrbuatannya. (Q.S Al-A’raf {7}: 96).

Pentingnya beriman sepenuh hati Sobat blogger, iman adalah panji – panji yang terus berkibar sejak dimulainya sejarah agama islam. Iman dapat membuka mata batin, mempertajam lisan, membangkitkan semangat, dan menggelorakan jiwa. Iman yang diungkapkan dengan lisan memiliki hakikat dalam jiwa dan pikiran serta memberikan spiritual dan vitalitas dalam kehidupan. Orang yang sungguh sungguh beriman akan meyakini keberadaan Allah secara penuh.Iman yang kuat akan memberikan suntikan kekuatan kepada hati dan pikiran. Keduanya tidak akan bisa digoyahkan oleh bujuk rayu dunia sebab telah tunduk kepada kekuatan Allah Yang Maha Esa.

Dalam ajaran Islam , iman dirumuska dalam kalimat laa ilaaha illalloh, tiada tuhan selain Allah. Tiada makhluk pun yang layak disembah kecuali Allah. Kata laa dalam kalimat tersebut bermakna ‘tidak’ . Jika disimbolkan dalam bilangan, maka laa adalah angka nol (0). Nol adalah  simbolisasi untuk keikhlasan, ketulusan hati, keyakinan, dan ketergantungan. Sedangkan kata illalloh bermakna ‘selain Allah’. Dalam bilangan matematis kata ‘selain Allah’ disimbolkan dengan angka (1).

Dengan demikian maka kalimat laa ilaaha illalloh bermakna ‘hanya ada satu keikhlasan dan ketulusan yaitu karena Allah, dan hanya ada satu keyakinan dan ketergantungan, yaitu kepada Allah’. Singkat kata, prinsip keimanan adalah berpegang teguh kepada Allah sebagi sumber kekuatan sekaligus spiritualitas.

Mengapa apa yang disampaikan oleh Ari Ginanjar Agustian, apabila angka 1 (simbol kemaharajaa Allah) dibagi angka 0 (simbol penghambaan manusia) maka hasilnya adalah hitungan yang tidak terhingga. Itulah makna iman yang sebenarnya. Apabila manusia menghambakan diri kepada Allah dengan sungguh – sungguh, maka ia akan memperoleh keajaiban – keajaiban hidup yang tak terhingga dari sisi-Nya.

Keajaiban – keajaiban iman pada masa as-saabiquunal awwalin (Orang orang yang dahulu menerima ajaran islam) sangat dahsyat dan luar biasa. Sejarah pada masa itu penuh dengan bukti – bukti kedahsyatan iman. Kekuatan yang dipancarkan oleh iman telah memberikan kemenangan – kemenangan dalam beberapa peristiwa perang, antara lain perang Badar,Uhud, Ahzab, Khandaq, Yamamah, Yarmuk,  perang melawan kerajaan persia, Bizantium, Eropa, dan lainnya. Kedahsyatan  iman telah menjadikan mereka umat terbaik, terhebat, dan termulia sepanjang masa. Luar biasa kan sobat ?

Jika kita bertanya mengapa Bilal bin Rabbah dapat bertahan hidup meski ia ditindih batu yang cukup besardi atas padang pasir yang panas, tak lain jawabannya adalah karena imannya yang begitu kuat kepaada Allah.
Bilal mampu bertahan melawan siksaan majikannya hany dengan satu kalimat pendek : Allohu Ahad (Allah hanya satu). Kata itu terus terucap dari bibirnya yang mengering lantaran terik matahari. Ia menolak untuk menukaran imannya dengan iming -iming dunia yang dijanjikan oleh sang majikan. Hingga  siksaan demi siksaan yang ditimpakan kepadanya selesai, budak kulit hitam itu tetap memegang teguh keyakinannya.

Selain keteguhan hati Bilal kita juga pernah mendengar tentang keberanian Ali bin Abi Thalib. Ketika Rasulullah Saw dikejar-kejar oleh orang kafir Quraisy beliau pergi untuk menyelamatkan diri dan meminta Ali agar tetap tinggal dirumah. Apa yang membuat Ali mau berbaring diranjang Nabi dan mengenakan selimutnya saat situasi genting dimana orang – orang kafir tengah memburu beliau ? Ali yang waktu itu masih sangat muda berani menegambil resikodemi menyelamatkan Rasulullah dari ancaman maut. Ia menempati selimutnya, sekedar untuk mengecoh orang-orang kafir. Jawabannya sama Ali semua itu karena iman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Kesimpulannya, marilah kita tingkatkan iman kita dengan sepenuh hati kita, karena iman bisa menjadikan kita sebagai manusia yang penuh energic, semangat yang tinggi dan pastinya menggelorakan jiwa.

Semoga bermanfaat untuk semua terutama umat muslim .

Leave a Reply